Arsip Blog

SEJARAH DESA CONGGEANG WETAN

ASAL USUL NAMA CONGGEANG WETAN Asal nama Conggeang sendiri terdapat dua versi cerita. Versi pertama mengemukakan bahwa kata Conggeang, secara etimologi, berasal dari kata Congdang yang merupakan kependekan dari kata Congo (ujung yang runcing) dan Dangiang (suatu hal yang baik) jadi Conggeang maksudnya ujung yang baik. Versi kedua, erat hubungannnya dengan perjuangan pahlawan nasional yang berasal dari tanah rencong, yaitu Aceh. Congdang diartikan sebagai Rencong Sumedang. Cut Nyak Dien yang diasingkan oleh Belanda ke Sumedang pernah singgah ke suatu tempat yang sekarang merupakan lokasi Pasar Lama. Senjata Rencong yang digunakan sebagai senjata melawan penjajahan juga digunakan sebagai tanda bahaya. Badan Rencong diikat di pohon tinggi sehinnga cahaya, sinar yang datang dari Pasukan Belanda dipantulkan dan menjadi tanda bahaya bagi para pejuang kemerdekaan kita. Data Geografis dan Data Geologi Desa Conggeang Wetan Secara Administratif, Desa Conggeang Wetan termasuk ke dalam Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang, Propinsi Jawa Barat. Desa Conggeng Wetan merupakan salah satu desa dari 12 desa yang ada di wilayah Conggeang, dibentuk pada tahun 1980 yang merupakan hasil pemekaran dari Desa Conggeang menjadi Desa Conggeang Wetan, Conggeang Kulon, dan Desa Ungkal. Desa Conggeang Wetan mempunyai luas wilayah 234.568 m2. Lahan sawah sekitar 155,890 Ha, Pemukiman 20,93 Ha, perkebunan 42, 278 Ha dan Pengangonan 32 Ha. Jarak tempuh dari ibu kota desa ke ibu kota kabupaten Sumedang sekitar 24 Km, dan ke ibu kota Kecamatan sekitar 24 Km. Curah Hujan rata-rata setiap tahunnya mencapai antara 2000-2.500 mm dengan ketinggian di atas permukaan laut 450 – 750 m. Adapun batas-batas wilayah desa adalah : Utara = Desa Cacaban Selatan = Cibeureuyeuh Barat = Conggeang Kulon Timur = Babakan Asem Aksebilitas menuju Desa Conggeang Wetan 1. Jarak ke pusat pemerintahan kecamatan : 100 m a) Lama jarak tempuh ke ibukota kecamatan dengan Kendaran Bermotor : 1 menit b) Lama Jarak tempuh ke ibukota kecamata dengan berjalan kaki : 2 menit c) Kendaraan umum ke ibukota Kecamatan : tak ada 2. Jarak ke pusat pemerintah Kabupaten : 24 Km a) Lama jarak tempuh ke ibukota kecamatan dengan Kendaran Bermotor : 30 menit b) Lama Jarak tempuh ke ibukota kecamata dengan berjalan kaki : 3 jam c) Kendaraan umum ke ibukota Kecamatan : ± 120 3. Jarak ke pusat pemerintah Kabupaten : 60 Km a) Lama jarak tempuh ke ibukota kecamatan dengan Kendaran Bermotor : 2 jam b) Lama Jarak tempuh ke ibukota kecamata dengan berjalan kaki : 16 jam c) Kendaraan umum ke ibukota Kecamatan : ± 12 unit Demogarfis Desa Desa Conggeang Wetan mempunyai jumlah penduduk sebanyak 2035 jiwa dengan jumlah KK sebanyak 679. Hasil dari pengambilan data secara primer melalui wawancara secara langsung kepada ketua Rukun Tetangga, ketua Rukun Warga masyarakat Desa Conggeang Wetan ditinjau dari aspek kesejahteraan sejauh ini relatif baik. Masyarakat Dusun Conggeang mayoritas bekerja sebagai buruh tani, pedagang, petani, pensiunan dan PNS, namun sebagian besar untuk PNS dan karyawan lebih banyak terdapat di RT 01 dan RT 02. Jumlah kepala keluarga dari dusun Conggeang rata-rata tiap RT kurang lebih ada 60-70 kepala keluarga, dengan usia tertua rata-rata 50 tahun. Di Dusun Conggeang jumlah penduduk paling banyak yaitu usia lansia, dan remaja, karena penduduk usia dewasa sebagian besar pergi ke kota untuk bekerja. Program keluarga berencana berjalan sukses untuk wilayah Desa Conggeang Wetan, hal ini dapat dibuktikan dengan sedikitnya jumlah penduduk usia balita. Ditinjau dari aspek kegiatan keseharian selain buruh tani, PNS, Polri, dan TNI, ada yang memiliki kegiatan keseharian yaitu industri rumahan. Industri rumahan ini berupa pembuatan opak, oncom, tahu Sumedang, ternak ikan hias dan nila merah, ranginang, dan rangining.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar